Skip to content

Optimization & Edge Devices ​

Labuh dirancang untuk berjalan kencang di server standar, namun efisiensinya benar-benar bersinar saat dijalankan di perangkat dengan resource terbatas (Edge Devices) seperti TV Box (STB), Raspberry Pi, atau VPS paket hemat.

Karakteristik Resource Rendah ​

Berbeda dengan platform PaaS lain yang membutuhkan runtime Node.js atau Python yang berat di sisi server untuk dashboard, Labuh menggunakan pendekatan:

  • Rust Backend: Native performance dengan jejak RAM yang sangat kecil (biasanya < 50MB).
  • Embedded Frontend: Dashboard disajikan sebagai aset statis. Browser pengguna yang melakukan beban kerja rendering, bukan server Anda.

Optimalisasi untuk STB / ARM ​

Jika Anda menggunakan perangkat seperti TV Box dengan Armbian, berikut adalah tips optimalisasi:

1. Penanganan Konfigurasi Caddy ​

Pada beberapa filesystem di perangkat ARM, mount Docker terhadap file yang belum ada bisa memicu pembuatan folder kosong. Labuh v0.4.4+ telah dilengkapi fitur Auto-Repair:

  • Secara otomatis mendeteksi dan memperbaiki Caddyfile yang rusak atau terdeteksi sebagai direktori.
  • Menginisialisasi konfigurasi default secara mandiri jika file tidak ditemukan.

2. Swap Space ​

Untuk perangkat dengan RAM 1GB - 2GB, sangat disarankan untuk mengaktifkan Swap (minimal 1GB) agar proses build atau pull image besar tidak menyebabkan sistem hang.

3. Database SQLite ​

SQLite adalah pilihan tepat untuk perangkat edge karena ia berupa file tunggal dan tidak membutuhkan proses background tambahan seperti PostgreSQL atau MySQL, yang menghemat siklus CPU dan RAM.

Dukungan x86_64 ​

Meskipun sangat efisien di ARM, Labuh tetap memberikan performa maksimal di server x86_64 standar. Kecepatan Rust dalam menangani API request dan Docker interaction membuatnya sangat responsif bahkan di bawah beban kerja yang tinggi.

Released under the MIT License.